Minggu, 10 Desember 2017

Asal Usul Nama Leuwianyar (LA)



Leuwianyar, merupakan sebuah daerah yang berada di Tasikmalaya. Secara administrasi Leuwianyar berada di desa Sukamanah, Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat sebelah Timur Laut  Kota Tasikmalaya.

Leuwianyar
Leuwianyar on Google Map

Kampung Leuwianyar mulanya hanya memiliki satu Rukun Warga, namun pada tahun 2015 dimekarkan menjadi 2 Rukun Warga yaitu Rukun Warga 05 dan Rukun Warga 021, alasan dimekarkan nya ini dikarenakan jumlah warganya sangat banyak yakni mencapai 1000an lebih.

Beberapa usaha yang terkenal di daerah ini adalah Meubel kayu yang memproduksi berbagai macam furniture seperti lemari, kursi, kusen, dan lain sebagainya. Selain produksi Mebeul Leuwianyar ini terkenal dengan  Sentra Produksi Limbah Kain konveksi yang memproduksi berupa macam-macam barang seperti Celana Dalam, Mini Set, Kolor, Kaos, dan bahan kain kaos lainya.

Namun tahu kah sobat asal usul nama Leuwianyar itu dari mana?

Sempat saya mencari tahu dari orang-orang asli warga sini tentunya yang sudah tinggal lama, namun beberapa kali tak membuahkan hasil dikarenakan kebanyakannya warga yang menetap disini merupakan pendatang.

Setelah sempat saya berbincang dengan teman di salah satu media sosial dan saya mendapatkan informasi mengenai asal usul daerah Leuwianyar ini

Ya menurut beberapa informasi yang saya dapat daerah Leuwianyar ini dahulunya merupakan lahan berupa hutan, ladang yang kosong dan jarang banget ada rumah, kalaupun ada paling hanya satu, dua itu pun dengan jarak antar rumah yang berjauhan. Baru pada sekitar tahun 1890an ada beberapa yang tinggal di daerah Leuwianyar ini.

Leuwianyar berasal dari dua suku kata yakni Leuwi (Cekungan/ Bagian sungai yang dalam membentuk kolam) dan Anyar (Baru) jadi Leuwianyar ini artinya Leuwi/ kolam/ Cekungan sungai yang baru, kenapa memakai kata Leuwi, ya di karenakan daerah ini dilalui oleh sungai yang bernama Sungai Ciloseh yang juga menjadi batas dengan daerah lainnya.

Konon pada tahun 1890 saat Gunung Galunggung meletus dahsyat yang menghamburkan beberapa material letusan sangat jauh, dan beberapa material letusan berupa batu besar terlempar ke daerah ini menimpa sungai Ciloseh  sampai membuat bagian  sungai yang tertimpa batu ini menjadi Legok atau membentuk cekungan/ lubang/ kolam yang dalam atau dalam bahasa Sunda disebut Leuwi yang dalam. Karena terjadinya lubang tersebut baru (atau dalam bahasa Sunda artinya Anyar), maka jadilah nama Leuwi Anyar/ Leuwianyar atau Lubang/ (bagian sungai yang dalam) baru.

Walaupun kata teman info tersebut hanya berupa dongeng, tetapi menurut saya cerita ini sangat logis ketika melihat keadaannya.


1 komentar: