Leuwianyar, merupakan sebuah daerah yang berada di Tasikmalaya. Secara administrasi Leuwianyar berada di desa Sukamanah, Kecamatan Cipedes Kota
Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat
sebelah Timur Laut Kota Tasikmalaya.
![]() |
| Leuwianyar on Google Map |
Kampung Leuwianyar mulanya hanya memiliki satu Rukun Warga, namun pada tahun 2015 dimekarkan menjadi 2 Rukun Warga yaitu Rukun Warga 05 dan Rukun
Warga 021, alasan dimekarkan nya
ini dikarenakan jumlah warganya sangat banyak yakni mencapai 1000an lebih.
Beberapa usaha yang
terkenal di daerah ini adalah Meubel kayu yang memproduksi
berbagai macam furniture seperti
lemari, kursi, kusen, dan lain sebagainya. Selain produksi Mebeul Leuwianyar ini terkenal dengan Sentra
Produksi Limbah Kain konveksi yang memproduksi berupa
macam-macam barang seperti Celana Dalam, Mini
Set, Kolor, Kaos, dan bahan kain kaos lainya.
Namun tahu kah sobat asal
usul nama Leuwianyar itu dari mana?
Sempat saya mencari
tahu dari orang-orang asli warga sini tentunya yang sudah tinggal lama, namun
beberapa kali tak membuahkan hasil dikarenakan kebanyakannya warga yang menetap
disini merupakan pendatang.
Setelah sempat saya
berbincang dengan teman di salah satu media sosial dan saya mendapatkan
informasi mengenai asal usul daerah Leuwianyar
ini
Ya menurut beberapa
informasi yang saya dapat daerah Leuwianyar
ini dahulunya merupakan lahan berupa hutan, ladang yang kosong dan jarang banget
ada rumah, kalaupun ada paling hanya satu, dua itu pun dengan jarak antar rumah
yang berjauhan. Baru pada sekitar tahun 1890an ada beberapa yang tinggal di
daerah Leuwianyar ini.
Leuwianyar berasal dari dua suku kata yakni Leuwi (Cekungan/ Bagian
sungai yang dalam membentuk kolam) dan Anyar (Baru) jadi Leuwianyar ini artinya Leuwi/ kolam/ Cekungan sungai yang baru,
kenapa memakai kata Leuwi, ya di
karenakan daerah ini dilalui oleh sungai yang bernama Sungai Ciloseh yang juga menjadi batas dengan
daerah lainnya.
Konon pada tahun 1890
saat Gunung Galunggung meletus
dahsyat yang menghamburkan beberapa material letusan sangat jauh, dan beberapa
material letusan berupa batu besar terlempar ke daerah ini menimpa sungai Ciloseh sampai membuat bagian sungai yang tertimpa batu ini menjadi Legok
atau membentuk cekungan/ lubang/ kolam yang dalam atau dalam bahasa Sunda
disebut Leuwi yang dalam. Karena terjadinya lubang tersebut baru (atau
dalam bahasa Sunda artinya Anyar),
maka jadilah nama Leuwi Anyar/
Leuwianyar atau Lubang/ (bagian sungai yang dalam) baru.
Walaupun kata teman
info tersebut hanya berupa dongeng, tetapi menurut saya cerita ini sangat logis
ketika melihat keadaannya.

lanjut Gan ... good luck ya....
BalasHapus